HOME

Sabtu, 08 Oktober 2011

GIZI BURUK TETAP TINGGI DI CILEGON


CILEGON BantenKini News – Berdasarkan data kasus gizi buruk hasil validasi Puskesmas se-Kota Cilegon 2011 mencapai 220 kasus. Dari jumlah tersebut, Kecamatan Cibeber paling tinggi, yakni 44 kasus, Citangkil 35, Ciwandan 33, Jombang 26, Cilegon 25, Grogol 22, Purwakarta dan Pulomerak 18. Gizi Buruk sendiri adalah kondisi kurang gizi yang disebabkan rendahnya konsumsi energi dan protein dalam asupan makanan sehari-hari hingga tidak memenuhi angka kecukupan gizi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Cilegon Suminar mengatakan, sejumlah penyebab gizi buruk antara lain kurang pengetahuan ibu mengenai kesehatan bayi serta kondisi ekonomi. “Dari berbagai kasus yang ditemukan umumnya gizi buruk karena faktor ekonomi,” kata Suminar saat ditemui di ruang kerja, Kamis (6/10).

Kasus gizi buruk yang ditemukan, lanjut Suminar, kebanyakan karena orangtuanya berlatar belakang ekonomi lemah. “Umumnya mereka pengganguran, buruh serabutan maupun pekerjaan rendahan lainnya,” ucapnya.

Selain kemiskinan, lanjut Suminar, orangtua dengan balita gizi buruk juga kerap mengabaikan pentingnya asupan gizi. “Ada yang ditemukan balita mengonsumsi makanan tidak layak, ini karena keterbatasan pengetahuan mengenai pentingnya gizi. Padahal saat pertumbuhan, asupan yang baik penting dalam tumbuh kembang bayi,” jelasnya.

Suminar mengaku telah lakukan berbagai antisipasi menekan angka gizi buruk ini. Salah satunya memberikan asupan gizi tambahan. “Bayi diberikan makanan tambahan seperti susu, roti, biskuit,” ungkapnya.

Dengan cara ini diharapkan, kasus gizi buruk dapat diminimalisir. Selain itu, penderita gizi buruk juga terus dilakukan pemantau bidan dibantu perawat Puskesmas. “Bidan melakukan pemantauan terhadap balita gizi buruk secara berkala selama 90 hari. Penimbangan maupun asupan rutin juga diberikan bidan,” ungkapnya.

Kata Suminar, tenaga kesehatan yang diterjunkan sebanyak 43 bidan untuk seluruh kecamatan di Cilegon. “Jumlah bidan yang ada cukup memadai karena dibantu tenaga perawat sebanyak dua orang dari puskesmas masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Perbaikan Gizi Dinkes Cilegon Zubaedah menjelaskan, penderita gizi buruk rentan terhadap berbagai penyakit, di antaranya TBC dan penyakit paru. “Dampak yang paling besar adalah menurunnya tingkat kecerdasan anak maupun rabun senja,” katanya. (YSR/BJK)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar